Assalamu'alaikum sobat blogger. Akhirnya minggu ini bisa posting juga.Kalau tema postingan ye2n yang kemarin-kemarin sudah pasti, untuk postingan kali ini temanya agak ngambang nih. Bagaimana lagi, ye2n lagi nggak ada ide nih.
Kembali ke judul
Trauma, kata itu rasanya sudah tak asing lagi di telinga kita. Bahkan sering kali kita mengatakan kata itu. Kata trauma berasal dari bahasa yunani ynag berarti luka. Kata trauma digunakanuntuk menggambarkan kejadian atau situasi yang dialami oleh korban.(http://rumahbelajarpsikologi.com) Tapi kalau menurut ye2n sendiri, kata trauma digunakan untuk menyatakan rasa takut akan luka berat yang telah dialami. Yah . . hampir sama lah.

Foto tersebut bisa menunjukkna kondisi orang yamh sedang trauma. Tapi setelah ye2n pikir-pikir lagi, trauma bisa menjurus ke arah phobia. Di mana seseorang mengalami rasa takut yang sangat pada satu objek ataupun subjek. Wah, parah juga ternyata! Tapi trauma tidak selalu bertahan lama di dalam kehidupan manusia.
Bicara tentang kehidupan, semua orang pasti pernah mengalami trauma. Begitu juga enulis postingan ini.(siapa ya?)hehehhe... Trauma yang ku alami masih tingkat medium, jadi nggak ngefek sama sekalai dengan yang namanya phobia. Yah, bisa dibilang bisa di hilangkan. Trauma-ku ini ku ungkapkan dalam satu puisi, berikut puisinya
Tak pernah terlintas dalm benakku
jika aku kan jadi seperti ini
Dengan segala keterpurukan
dengan segala kedunguan
dan dengan segala khilaf yang telah ku lakukan
Ku pikir Tuhan tak merubahku
Benar, Ia tak menrubahku
Justru ia mendampingiku
tapi tak pernah kusadari kasih saynag itu
Hingga akhirnya ku sesali semua itu
Tuhan . .
Ku tau bukan engkau ynag merubahku
Melainkan aku sendiri
Dengan hawa nafsuku
dan Dengan kecerobohanku
Kini, tak ada asa dalm benakku
Masa depanku terancam kelam
dan ku rasa sulit tuk kembali terang
Hanya cercah ampunan dan rahmat yang ku harap dari-Mu
Sekilas, puisi tersebut tidak seperti puisi tentang trauma, lebih mirip dengan puisis penyesalan. Aku mengkategorikan puisi ini sebagai puisi trauma karena trauma itu bisa mengingatkan diriku akan kecerobohan yang telah ku lakukan sebelum kejadian yang menyebebkan trauma itu. Pada saat yang bersamaan dengan penyesalanku, kubutlah puisi ini. Yah, bisa dikategorikan puisi kacangan. Hehehehe
Kembali ke judul
Trauma, kata itu rasanya sudah tak asing lagi di telinga kita. Bahkan sering kali kita mengatakan kata itu. Kata trauma berasal dari bahasa yunani ynag berarti luka. Kata trauma digunakanuntuk menggambarkan kejadian atau situasi yang dialami oleh korban.(http://rumahbelajarpsikologi.com) Tapi kalau menurut ye2n sendiri, kata trauma digunakan untuk menyatakan rasa takut akan luka berat yang telah dialami. Yah . . hampir sama lah.

Foto tersebut bisa menunjukkna kondisi orang yamh sedang trauma. Tapi setelah ye2n pikir-pikir lagi, trauma bisa menjurus ke arah phobia. Di mana seseorang mengalami rasa takut yang sangat pada satu objek ataupun subjek. Wah, parah juga ternyata! Tapi trauma tidak selalu bertahan lama di dalam kehidupan manusia.
Bicara tentang kehidupan, semua orang pasti pernah mengalami trauma. Begitu juga enulis postingan ini.(siapa ya?)hehehhe... Trauma yang ku alami masih tingkat medium, jadi nggak ngefek sama sekalai dengan yang namanya phobia. Yah, bisa dibilang bisa di hilangkan. Trauma-ku ini ku ungkapkan dalam satu puisi, berikut puisinya
KHILAF
Tak pernah terlintas dalm benakku
jika aku kan jadi seperti ini
Dengan segala keterpurukan
dengan segala kedunguan
dan dengan segala khilaf yang telah ku lakukan
Ku pikir Tuhan tak merubahku
Benar, Ia tak menrubahku
Justru ia mendampingiku
tapi tak pernah kusadari kasih saynag itu
Hingga akhirnya ku sesali semua itu
Tuhan . .
Ku tau bukan engkau ynag merubahku
Melainkan aku sendiri
Dengan hawa nafsuku
dan Dengan kecerobohanku
Kini, tak ada asa dalm benakku
Masa depanku terancam kelam
dan ku rasa sulit tuk kembali terang
Hanya cercah ampunan dan rahmat yang ku harap dari-Mu
Sekilas, puisi tersebut tidak seperti puisi tentang trauma, lebih mirip dengan puisis penyesalan. Aku mengkategorikan puisi ini sebagai puisi trauma karena trauma itu bisa mengingatkan diriku akan kecerobohan yang telah ku lakukan sebelum kejadian yang menyebebkan trauma itu. Pada saat yang bersamaan dengan penyesalanku, kubutlah puisi ini. Yah, bisa dikategorikan puisi kacangan. Hehehehe


