About Me

Foto Saya
just call me YEYEN or YEYEGH

About me

Followers

Mini Updates

Advertisement

Advertisement

online counter

Now

blogging competition compfest 2011

Selasa, 31 Mei 2011

Inovasi Karya Anak Bangsa: Langkah Pasti Menuju Kemandirian Nasional

Beberapa tahun terakhir ini kita kerap kali mendengar kata-kata globalisasi, bahkan bukan hanya mendengar, tapi juga melihat, bahkan juga merasakan yang namanya globalisasi. Globalisasi rupanya telah memengaruhi seluruh sektor di kehidupan manusia. Di mana hampir semua hal yang ada bertajuk modern. Tentunya tidak hanya itu, kesemua komponen yang ada pastinya di dorong untuk lebih maju dan memudahkan manusia dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari.

Bicara mengenai globalisasi, modernisasi dan kemajuan tentunya tak lepas dari tiga istilah yang bisa dibilang sudah umum dan tidak asing lagi di telinga kita, yaitu inspiratif, inovatif, dan kreatif. Tiga komponen ini tentunya menjadi tonggak utama dalam kemajuan suatu bangsa meninggalkan ketertinggalan yang pernah dialami. Dengan kata lain Indonesia membutuh anak- anak bangsa yang inovatif, inspiratif, dan kreatif untuk bangkit dari ketertinggalan ini, benarkah begitu? Jawabannya jelas benar. Tapi, kalau kita berbicara seputar kemajuan, rasanya hanya ada teknologi yang merupakan indikator utama akan maju atau tidaknya suatu negara, akan mandiri atau tidaknya suatu bangsa, padahal masih banyak lagi kemajuan inovasi di bidang lain, seperti bidang astronomi, bidang lingkungan, dan sebagainya. Terlebih lagi inovasi-inovasi tersebut dilmiliki oleh anak-anak bangsa kita.

Banyak bukti yang menggambarkan secara gamblang akan inonasi karya anak-anak bangsa, di bidang teknologi misalnya:

4G

Tentunya semua mengetahui akan kecanggihan teknologi 3G dan 3,5G. Namun sungguh di luar dugaan, pencetus generasi setelah 3,5G adalah orang Indonesia, yakni Prof. Dr. Khoirul Anwar. Alumni teknik elektro ITB ini menciptakan 4G. Berawal dari idenya yang ingin mengurangi daya transmisi untuk meningkatkan kecepatan transmisi data. Berhasil di idenya yang ini, pemuda asal Kediri ini berusaha terus mengasah kemampuannya. Meski sukses di kancah internasional, Prof. Dr. Khoirul Anwar tidak begitu saja melupakan Indonesia sebagai tanah air kebanggaannya.

Game

Tentunya terobosan anak bangsa kita di bidang gaming tidak kalah dengan developer-developer game dari luar negeri. Memang game anak bangsa kita tidak begitu terkenal, namun cukup edukatif dan menarik, terlebih penciptanya adalah kaka beradik yang masih duduk di bangku SMP dan SD, Fahmi Waluya (12 thn), dan adiknya Hania Pracika (6 thn). Game pertama mereka adalah game edukasi yang memperkenalkan huruf dan warna. Dalam kurun waktu kurang dari tiga taahun mereka berhasil membuat sofware berbasis flash yang tentunya brtajuk edukasi, seperti ENRICH (English for Childern).

Rupanya tidak hanya Fahmi dan adiknya yang membuat game edukasi, banyak anak bangsa yang menciptakan game edukasi. Salah satunya adalah Majapahit online yang bertengger sebagai Facebook game. Game ini mengingatkan pada masyarakat kini akan kehidupan 500 tahun lalu di kerajaan Majapahit.

Antivirus

Tentunya semua jengkel dengan hama digital yang kerap kali membuat PC jadi hank. Rupanya tidak hanya pakar-pakar teknologi senior saja yang membuat pestisida bagi hama digital ini, anak Indonesia juga ingin membuat pestisida sendiri agar tidak selalu bergantung pada developer antivirus luar. Beberapa antivirus karya anak bangsa antara lain SMADAV, ARTAV, ANSAV, PC Mav, dan sebagainya. Namun dari sekian antivirus buatan Indonesia yang paling menarik menurut saya adalah antivirus ARTAV. Bagaimana tidak, penciptanya adalah anak SMP yang bermula dari kekesalannya terhadap hama digital yang sering mangkal di PC-nya.

Garuda OS

Terbawa oleh kata-kata bangsa lain bahwa Indonesia adalah negara pembajak operating system. Tentunya anak bangsa tidak tinggal diam yang akhirnya membuahkan hasil yang patut diacungi jempol, yaitu Garuda OS. Operating system legal ini berbasis open source kreasi dari penegmbang lokal. Slogan yang di pegang teguh oleh Garuda OS adalah 3L (Legal, Local, Liberty).

Faktanya tidak hanya inovasi teknologi yang mampu diciptakan oleh anak bangsa, inovasi di bidang lingkungan dan energi pun tak kalah menarik.

Baterai Ubi

Bateri ubi ini ditemukan oleh seorang siswa sekolah dasar Innocencio Kresna Pratama. Di awali dengam percobaan sederhana dengan bahan baku ubi. Mula-mula pelat tembaga yang sudah dihubungkan dengan lampu ditancapkan pada ubi yang kemudian bisa menyalakan lampu. Menurut anak ini, baterai ubi dapat bertahan berhari-hari. Terobosan energi konvensional yang cukup menarik.

Mobil Tenaga Surya

Rasanya tidak pernah mendengar kalau Indonesia mempunyai mobil tenaga surya?? Mungkin pertanyaan itu yang muncul dalam benak anda. Mobil tenaga surya ini merupakan produk anak bangsa, lebih tepatnya produk mahasiswa ITS di tahun 1989. Namun mobil yang diharap bisa memberi solusi terhadap global warming itu kini hanya mangkal di bawah tangga di salah satu gedung ITS.

And the last one yang ingin saya share-kan adalah penemuan anak bangsa di bidang astronomi. Penemuan apa itu?? Tidak tanggung-tanggung, seorang astronom Indonesia, Johny Setiawan menemukan planet ekstrasolar. Kabar baiknya lagi, penemuan-penemuan Johny diakui oleh dunia. Dengan demikian Johny turut menambah deretan putra bangsa yang berprestasi di kancah Internasional.

Begitu banyaknya karya anak bangsa kita, baik itu di dalam negeri maupun di mancanegara. Sempat beberapa negara mencap Indonesia sebagai negara pembajak, plagiat, bahkan merusak produk buatan orang lain. Akan tetapi, karya-karya di atas mungkin cukup untuk mematahkan apa yang telah dilontarkan negara lain. Acungan jempol sangat layak kita berikan untuk anak bangsa kita dan karya-karyanya. Yang lebih penting lagi, kita sebagai bangsa Indonesia harus bangga memakai produk buatan bangsa kita sendiri yang tidak kalah bagusnya dengan produk buatan luar negeri. Tentunya untuk memotivasi timbulnya inovasi beberapa lembaga menyediakan biaya bagi anak bangsa yang inovatif. Salah satunya yaitu ajang COMPFEST 2011 . Di ajang ini terdapat beberapa lomba yang bisa mengembangkan inovasi, kreasi, dan inspirasi anak bangsa, antara lain:

1. Programming

2. Game Design

3. Robotic

4. Blogging

Benar-benar event yang besar dan berkualitas.

Semangat generasi muda, langkahmu pastikan kemandirian nasional bangsamu!!!


15 komentar:

Keren , masi umuran SD dan SMP sudah bisa bikin game :D kalau aku .. kalau aku.. :D (gak ada niatan) :P

Semoga kedepannya Indonesia bebas dan bersih dari para koruptor,agar anak bangsa tak terhambat dalam berinovasi.Nice post Mbak,tergiur ingin seperti mereka yg berprestasi!

paling hebat bisa bikin lepi sendiri hoho

wah, begitu bnyak karya luar biasa dari bangsa kita, apalagi yg berkarya msh muda2, jadi, banyak pemuda Indonesia yg berpotensi, tetapi, banyak pula pemuda2 Indonesia yg sdh rusak moralnya, dan ini yg perlu kta perhatikan, info yg luar biasa!

Salam positif dari Fahri's Articles

mantaps, seharusnya berita-berita seperti ini yang ditonjolkan di televisi......

nambah 1 lagi, mobil esemka buatan SMK malang

nice post :)

Wah, tidak nyangka prestasi anak Indonesia begitu luar biasa !

Salut plus ngiri nih !

karya anak bangsa harus dihargai

Garuda OS? saya lebih suka fedora dengan GUI Gnome 3

di wilayah utak-atik internet,
sebetulnya para hacker anak bangsa kita tidak kalah canggih lho...
:D

Tunjukkan bahwa Merah putih Garuda bisa bersaing...

orang indonesia itu pinter2, hanya wadahnya yang menurut saya masih kurang. termasuk fasilitas dari pemerintah.

wahh keren. generasi muda gini yang di butuhkan indonesia. mudah mudhaan kalo dah besar tetap dikasi wadah ama pemerintah. nice post

Untuk Garuda OS banyak kontranya deh... ya itu memang kreasi bangsa indonesia

wah anak sd 6 tahun bisa bikin game>??
weleh2 tambah pinter ya anak sekarang :)

Posting Komentar

DON'T FORGET TO LEAVE YOUR COMMENT

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More